Halaman

Selasa, 16 April 2013

Damalinia Ovis


 DAMALINIA OVIS
Junto Julianto (juntozy@gmail.com)

PENDAHULUAN
            Parasit adalah organisme yang hidup pada atau dalam organisme lain dan atas beban organisme yang ditumpanginya. Ada berbagai jenis parasit yang telah diketahui di dunia kedokteran hewan seperti parasit jenis ektoparasit dan endoparasit (Ballweber 2001). Endoparasit adalah parasit yang hidup di dalam tubuh inangnya seperti berbagai jenis cacing dan protozoa, sedangkan ektoparasit adalah parasit yang hidup di bagian luar dari tempatnya bergantung atau pada permukaan tubuh inangnya (Hadi dan Soviana 2000). Damalinia ovis merupakan kutu aktif yang menyerang pada ternak domba dan dapat menyebabkan kerugian pada peternakan. 

KLASIFIKASI
            Susunan klasifikasi yang lebih tinggi dari kutu terdapat ketidakcocokan di antara ahli-ahli serangga. Kebanyakan ahli Amerika menempatkan kutu dalam dua ordo yaitu Anoplura dan Mallophaga, sedangkan ahli-ahli dari Inggris, Jerman, dan Australia menempatkan dalam satu ordo tunggal yaitu Phthiraptera dengan beberapa subordo antara lain Anoplura dan Mallophaga (Hadi dan Soviana 2010).
Gambar 1. Damalinia ovis (kiri) dan Damalinia equi (kanan)

Berikut ini klasifikasi kutu oleh Clay (1970) dan Kim & Ludwing (1978).
Filum                           : Arthropoda
Kelas                           : Insecta
Ordo                            : Phthiraptera
Subordo                      : Mallophaga
Subordo kelompok    : Ischnocera
Famili              : Trichodectidae
Spesies         : Damalinia ovis (kambing dan domba), Damalinia equi (kuda), Damalinia bovis (sapi)

MORFOLOGI DAN SIKLUS HIDUP
            Ektoparasit ini memiliki panjang diatas 3 mm, berwarna coklat dan relatif ukuran kepalanya besar. Kutu mengalami metamorphosis tidak sempurna, mulai dari telur, nimfa instar pertama sampai ketiga lalu dewasa. Seluruh tahap perkembangannya secara umum berada pada inangnya. Telurnya berukuran 1-2 mm, berbentuk oval, berwarna putih dan menempel pada bulu (rambut) domba. Jumlah telur yang dihasilkan oleh seekor induk kutu mencapai 10-300 butir selama hidupnya. Telur menetas menjadi nimfa (kutu muda) setelah 5-18 hari tergantung jenis kutu. Nimfa akan berganti kulit dua kali dengan interval 5-9 hari (Hadi dan Soviana 2010). Bagian mulut dari  kutu tersebut beradaptasi untuk menggigit dan mengunyah bagian luar wol, lapisan dermis, dan darah. 



Gambar 2. Sikulus hidup Damalinia ovis

GEJALA KLINIS DAN PENGOBATAN
Ektoparasit seperti Damalinia ovis dapat memberikan efek yang serius pada produktivitas domba, seperti menurunkan produksi susu dan daging, meurunkan kualitas wool, dan kulit serta membutuhkan program pengontrolan yang mahal. Selain itu juga dapat menyebabkan kesejahteraan domba saat bergerombol dan individu. Pada domba yang terinfeksi kutu, sering kali tubunya terasa gatal-gatal, terlihat domba menggosokkan tubuhnya pada pohon atau kandang. Gejala klinis yang tampak yaitu adanya iritasi pada kulit domba dan rambut atau bulu terlihat kusam terlihat terdapat infestasi kutu-kutu yang menempel pada rambut. Pengendalian terhadap kutu dapat dilakukan dengan sanitasi kandang yang baik. Bila menggunakan obat-obatan insektisida, dianjurkan yang tidak bersifat racun baik bagi ternak maupun manusia. Obat-obatan insektisida yang digunakan harus sanggup membunuh serangga berbagai spesies, tanpa menimbulkan resistensi bagi yang dijadikan sasaran (Murtidjo 1992). Tindakan pencegahan merupakan salah satu tindakan tepat untuk meminimalkan adanya infestasi kutu pada kambing dan domba, dengan menjaga kebersihan kandang, serta pemberian pakan yang sesuai (Glynn T 2009). Pada domba, pemotongan rambut mampu  menghilangkan 30-50% populasi kutu, selain itu bisa juga melakukan dipping untuk mengurangi keberadaan kutu serta penyemprotan (Williamson dan Payne 1993). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar