Halaman

Kamis, 07 Juni 2012

FRAKTUR OS. HUMERUS

Pemasangan Bone Pinning pada fracture os. humerus distalis et sinistra
oleh : Sari CD, Rahman AM, Junto J, Febrina N , Saputra M  et all.

Kaki merupakan suatu bagian dari tubuh yang sangat penting, yang digunakan untuk berdiri, berjalan, berlari dll. Banyak masalah yang terjadi pada kaki, baik yang dari lahir (congenital) atau dapatan (aquired). Salah satu kejadian yang sering terjadi pada hewan yaitu fraktur. Fraktur (patah tulang) adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya (Smelzer dan Bare 2001). Adapun faktor-faktor yang menyebabkan fraktur yaitu faktor ekstrinsik (trauma : kecelakaan, tertabrak, dan jatuh) dan instrinsik (akibat dari kontraksi otot yang menyebabkan avulsio fraktur).

Seekor kucing Domestic short hair dengan warna rambut hitam putih dengan anamnesa berdiri dengan 3 kaki, salah satu kaki kiri depan diangkat. Cara berjalan dan bergerak inkoordinasi dan mengalami kepincangan. Setelah dilakukan pemeriksaan secara klinis dan pemeriksaan penunjang (Radiografi X-Ray), kucing tersebut mengalami fraktur pada os.humerus bagian distal et sinistra dengan tipe fraktur transversal-oblique.

 Gambar 1. Kucing (A) dan hasil radiografi (B)


Terapi yang dapat dilakukan adalah dengan penanaman bone pinning. Teknik ini menggunakan pins sepanjang 5-6 cm (sesuai dengan panjang humerus) yang ditanam pada os. humerus dan dilakukan togling untuk mempermudah menanamnya. Langkah pertama adalah menyayat kulit dan otot pada  distal os. humerus bagian lateral  (gambar 1), kemudian preparing masing-masing otot dan kuakkan. Langkah kedua yaitu togling os. humerus agar mudah untuk dimasukkan pins, panjang pins diukur terlebih dahulu selanjutnya pins dimasukkan ke dalam bagian sumsum tulang dari os. humerus distal dan proximal (gambar 2). Setelah os. humerus bersatu, langkah selanjutnya menjahit bagian otot untuk memfiksir os. humerus, kemudian dilanjutkan menjahit kulit (gambar 3). Langkah berikutnya yaitu membalut bekas jahitan menggunakan kasa dan bandage (gambar 4). Langkah terakhir yaitu diperiksa menggunakan X-Ray, untuk mengetahui pemasangan pins tepat atau tidak.
Gambar 1. Foto teknik operasi pemasangan bone pinning

Secara keseluruhan proses operasi berjalan dengan lancar, keadaan hewan pun selama operasi relatif stabil. Post-operasi kondisi hewan juga relatif jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pada dasarnya dalam penanganan kasus fraktur, hal yang terpenting adalah kita harus tahu bentuk fraktur yang terjadi, metode/teknik operasi, bahan yang digunakan, dan bagaimana cara aplikasinya.

 (juntozy 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar